fbpx
Perbandingan Beton Instant & Beton Konvensional

Perbandingan Beton Instant & Beton Konvensional

Beton adalah material konstruksi yang banyak digunakan di Indonesia lantaran beberapa bahan pembentuknya mudah ditemukan dan terdapat banyak di Indonesia, cukup awet, mudah dibuat serta harganya relatif terjangkau.

Kualitas bahan bangunan adalah salah satu faktor penting yang wajib diperhatikan dalam industri properti. Kebanyakan konsumen sekarang ini sudah cukup kritis dalam memilih properti yang mereka beli. Tidak hanya desain dan lokasi saja yang diperhatikan, kualitas bahan bangunan pun menjadi hal yang diperhitungkan.

Beton merupakan suatu bahan bangunan yang sangat penting dalam membangun gedung, bahkan sebagian besar bangunan mengandalkan beton agar bisa berdiri kokoh dan tahan lama. Ada dua jenis beton, yaitu;

  • Beton konvensional yang dibuat secara manual dengan mencampurkan pasir, batu kerikil, semen, dan air, dengan perbandingan yang telah ditentukan
  • Beton instan atau beton ready mix, yaitu beton yang diproduksi di Batching Plant atau Pabrik Pengolahan beton, dimana proses pencampuran semen, pasir, kerikil, dan air menggunakan mesin khusus

Berikut merupakan perbandingan beton instant & beton konvensional:

BETON INSTAN 

1. mudah pengadaannya
2. Semua material yang diperlukan sudah dalam 1 kemasan
3. Penggunaannya cukup tambah air
4. Komposisi bahan terjaga
5. Bisa digunakan untuk beton mutu tinggi
6.Mudah menghitung kebutuhan beton yang diperlukan ( 1 m3 = 43 zak @50kg )
7.Pengawasan mudah
8. Sangat tepat digunakan untuk lokasi pengecoran yang tidak dapat dijangkau oleh Readymix Concrete
9. Mudah dalam penyimpanan
10. Tidak ada material yang terbuang
11. Lokasi proyek bersih
12. Waktu pekerjaan bangunan lebih cepat

BETON KONVENSIONAL

1. tidak semua orang paham pembuatan beton yang benar
2. Tidak bisa digunakan untuk beton mutu tinggi
3. Harus mencampur semua bahan materialnya terlebih dahulu
4. Bahan material tidak selalu tersedia dalam waktu yang bersamaan
5. Perlu pengawasan yang lebih ketat
6. Tidak bisa tepat dalam penghitungan material yang diperlukan
7. Banyak material yang terbuang
8. Memerlukan lokasi penyimpanan material yang lebih luas
9. Komposisi campuran material tidak teppat dan konsisten
10. Waktu pekerjaan bangunan lama


Cek juga informasi lainnya pada laman berikut:

https://www.instagram.com/proyekin

https://proyekin.com/blog/

Terima kasih telah mengunjungi website Proyekin. Semoga informasi diatas dapat membantu dan menjadi solusi pembangunan Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

X
Butuh Bantuan?