fbpx
<br />
<b>Notice</b>:  Undefined index: alt in <b>/home/u1066142/public_html/wp-content/themes/puca/inc/functions-helper.php</b> on line <b>820</b><br />

Retak adalah suatu keadaan pecahnya atau pemisahan suatu struktur tanpa terjadi keruntuhan. Dengan adanya retak, dapat terjadi masuknya bahan berbahaya kimia, polusi, chloride dan lain sebagainya ke dalam struktur.
Tingkatan keparahan suatu kerusakan akibat retak tergantung pada lebar retak, banyaknya retak, endapan yang ada pada daerah retak.

Mengenali Jenis Keretakan Struktur Beton

Retak menjadi  jenis kerusakan yang paling umum pada struktur beton bertulang ataupun beton pratekan. Retak yang terjadi bisa saja berupa retak halus yang kemudian hari akan tampak seperti retak susut.

Retak yang terlihat secara visual biasanya retak dengan lebar sekitar 0,1 mm atau lebih lebar, yang berupa retak menerus atau berbentuk pola tertentu yang dapat dipetakan dan dimensinya yang dapat dideteksi kedalaman dan penyebarannya.

Retak halus seringkali akan terlihat pada waktu beton basah dan permukaannya mengering, tetapi secara umum hal ini tidak terlihat secara nyata.

Retak yang terlihat secara kasat mata yaitu retak dengan lebar sekitar 0,1 mm atau lebih, dan bentuknya dapat memanjang atau berbentuk suatu pola tertentu yang dimensi serta distribusi dan penetrasinya tercatat.

Peralatan crackmeter dapat mengidentifikasi lebar retak yang ada sedangkan kedalaman retak dapat diperiksa dengan Test UPV (Ultra Pulse Velocity).

Ultrasonic Pulse Velocity Test UPVT St Regis 6
Proses Pemeriksaan Struktur Beton dengan Ultrasonic Pulse Velocity Test UPVT oleh Team Hesa pada proyek Hotel ST Regis

Retak tersebut dapat diberi tanda dengan kapur atau spidol dengan warna yang mencolok, sehingga mudah dideteksi perkembangannya dan mudah dideteksi pada pemeriksaan berikutnya.

Retak tidak selalu membahayakan terhadap kinerja struktur.

Beton akan retak pada daerah tarik, sebelum baja tulangan mengambil alih tegangan tarik yang terjadi, dan hal ini sudah harus diperhitungkan pada waktu perancangan (in design) sesuai dengan peraturan tentang beton yang berlaku.

Apabila lebar retak lebih besar dibandingkan dengan batasan dalam perancangan, umumnya tebal selimut beton yang kurang dapat mengakibatkan terjadinya retak. Karena kurangnya proteksi terhadap baja tulangan.

Retak pada beton dapat juga terjadi pada beton massa (beton yang bervolume besar) yang menyebabkan:

  • Hilangnya keutuhan dan kesatuan struktural
  • Akan terjadinya bocor
  • Umur rencana menjadi lebih pendek
  • Secara estetika kurang baik
  • Masuknya air ke dalam struktur dan menyebabkan korosi pada baja tulangan

Perkiraan Penyebab Keretakan Struktur Beton

Ada beberapa jenis retak yang terjadi, jenis penyebabnya antara lain:

  • Susut plastis dan susut settlement
  • Susut kering
  • settlement
  • Struktur yang tidak memadai kekuatannya
  • Reaksi agregat
  • Korosi baja tulangan
  • Retak akibat suhu terlalu tinggi pada awal pengeringan
  • Serangan sulfat
  • Akibat lingkungan yang mengandung garam

Tinggalkan Balasan

X
Butuh Bantuan?