Ketahanan Beton

Durabilitas (ketahanan) adalah ketahanan beton menghadapi segala kondisi dimana dia direncanakan, tanpa mengalami kerusakan (deteriorate) selama jangka waktu layannya (service ability). Beton yang demikian disebut mempunyai ketahanan yang tinggi (durable).

Berkurangnya durabilitas beton dapat disebabkan oleh:

  1. Pengaruh fisik (physical attack) : pelapukan oleh cuaca

  2. membeku dan mencair (freezing and thawing), terjadi pada pasta semen dan agregat

  3. basah dan kering bergantian, terjadi pada pasta semen

  4. perubahan temperatur yang drastis, terjadi pada pasta semen dan agregat

  5. Pengaruh kimia (chemical attack) : penetrasi larutan  / unsur kimia kedalam beton

  6. serangan sulfat, terjadi pada pasta semen

  7. reaksi alkali-aggregate, terjadi pada agregat

  8. serangan asam dan alkalis, terjadi pada pasta semen

  9. korosi baja tulangan, terjadi pada tulangan

Setiap kegagalan struktur beton selalu dihubungkan erat dengan durabilitas beton. Kebanyakan para peneliti percaya bahwa kegagalan struktur beton tidak lain  disebabkan oleh proses kimia saat hidrasi yang pada akhirnya akan meghasilkan  diskontinu ruang pori dan juga retak mikro (microcrack) dalam material beton tersebut. Di bawah kondisi lingkungan yang ekstrem, material beton akan mengalami kegagalan  dengan memulai adanya proses fisik dan kimiawi yang pada akhirnya akan muncul retak (crack) dalam material beton. Retak dalam beton ini akan mengakibatkan bertambahnya permeabilitas dan jejak alir (flow paths). Dengan semakin membesarnya permeabilitas beton akibat retak tersebut, berarti akan semakin besar kemungkinan penetrasi ion-ion air ataupun serangan ion-ion kimia agresif masuk ke dalam material beton tesebut, akhirnya akan terjadi kehancuran pada beton.

Kerusakan-kerusakan yang terjadi pada beton biasanya melibatkan perpindahan  larutan-larutan kimia agresif ataupun gas di sekitar beton sampai masuk ke permukaan beton. Akibat adanya evaporasi dan juga ketidaksempurnaan proses hidrasi, di dekat permukaan beton akan memiliki porositas yang lebih tinggi dan sistem pori yang lebih kasar ketimbang bagian inti (core). Oleh karena itu, efek pada proses kerusakan yang terjadi adalah hal yang utama.

Tinggalkan Balasan

X