Apa Itu Makadam? Perencanaan & Cara Perawatannya

Apa Itu Makadam? Perencanaan & Cara Perawatannya

makadam adalah

Apa Itu Jalan Makadam?

Jalan makadam adalah jenis jalan yang terdiri dari lapisan batu pecah atau kerikil yang dipadatkan dan diratakan untuk membentuk permukaan jalan. Jalan ini umumnya ditemukan di daerah terpencil atau pedesaan dengan volume lalu lintas yang rendah sampai sedang. Prinsip perkerasan sederhana digunakan pada jalan makadam, di mana tidak ada lapisan aspal atau beton yang digunakan dan material utama yang digunakan adalah batu pecah atau kerikil.

Pembangunan jalan makadam melibatkan serangkaian tahapan, mulai dari penggalian jalur yang akan dibangun, pemasangan lapisan pondasi yang terdiri dari batu pecah atau kerikil kasar, hingga pemasangan lapisan permukaan yang terdiri dari batu pecah atau kerikil yang lebih halus. Setelah semua lapisan terpasang, maka dilakukan proses pengompakan dan perataan menggunakan alat berat atau alat pemadat manual untuk menghasilkan jalan yang kuat dan rata.

Jalan makadam mempunyai kelebihan-kelebihan, seperti biaya pembangunan yang terjangkau, kemampuan drainase yang baik, serta kemudahan dalam perbaikan dan pemeliharaan. Namun, jalan ini juga mempunyai kekurangan, seperti permukaannya yang tidak rata yang dapat mengurangi kenyamanan dalam berkendara, dan mudah terkena erosi dan abrasi.

Penggunaan jalan makadam dapat menjadi pilihan yang tepat untuk daerah-daerah dengan volume lalu lintas yang rendah, terutama di wilayah-wilayah pedesaan atau terpencil yang sulit dijangkau oleh jalan-jalan konvensional.

Tujuan dari Perencanaan Jalan Makadam

Tujuan dari perencanaan jalan makadam adalah untuk menciptakan infrastruktur transportasi yang fungsional, efisien, dan berkelanjutan di daerah dengan lalu lintas yang ringan hingga sedang. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari perencanaan jalan makadam:

1. Keterjangkauan

Jalan makadam dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas ke daerah terpencil atau pedesaan yang sulit dijangkau oleh jalan biasa. Jalan ini didesain untuk menghubungkan masyarakat dan memfasilitasi transportasi barang, serta meningkatkan konektivitas antar wilayah.

2. Biaya yang Terjangkau

Pembangunan jalan makadam adalah alternatif yang lebih hemat biaya daripada pembangunan jalan konvensional yang menggunakan bahan aspal atau beton. Hal ini dilakukan untuk memberikan solusi infrastruktur yang terjangkau dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan anggaran yang terbatas.

3. Peningkatan Keamanan

Meskipun permukaan jalan makadam tidak sehalus jalan aspal atau beton, namun perencanaannya tetap memperhatikan aspek keselamatan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan dengan mempertimbangkan geometri jalan, tanda dan marka lalu lintas yang sesuai, serta pengaturan yang memadai untuk menekan kecepatan kendaraan.

4. Drainase yang Baik

Penggunaan batu pecah atau kerikil pada jalan makadam memiliki manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan drainase jalan. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran aliran air di permukaan jalan, mencegah terjadinya genangan air dan mengurangi risiko kerusakan akibat air seperti erosi atau longsor. Dengan demikian, jalan makadam menjadi lebih tahan lama dan aman untuk dilalui.

5. Perbaikan dan Pemeliharaan yang Mudah

Makadam jenis jalan yang memungkinkan perawatan dan perbaikan yang mudah dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi gangguan pada lalu lintas dan juga menghemat biaya perawatan jalan. Dengan adanya lapisan permukaan yang dapat diubah dengan mudah, maka perbaikan jalan dapat dilakukan dengan cepat jika terjadi kerusakan.

Diharapkan bahwa perencanaan jalan makadam akan memberikan aksesibilitas, konektivitas, dan pelayanan transportasi yang memadai bagi masyarakat di daerah dengan lalu lintas yang ringan hingga sedang, sehingga tujuan-tujuan tersebut dapat tercapai.

Kelebihan dan Kekurangan Jalan Makadam

Kelebihan Jalan Makadam:

1. Biaya Rendah 

Membangun jalan makadam membutuhkan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan jalan tradisional yang menggunakan aspal atau beton. Bahan yang digunakan, seperti kerikil atau batu pecah, lebih terjangkau dan mudah didapatkan.

2. Kemampuan Drainase yang Baik

Kerikil yang membentuk permukaan jalan makadam memungkinkan air mengalir lebih lancar, sehingga mengurangi risiko genangan air dan kerusakan akibat air seperti erosi atau longsor.

3. Perbaikan yang Mudah

Jalan makadam memiliki keunggulan dalam hal perbaikan yang mudah dilakukan. Lapisan permukaannya yang dapat diubah dengan mudah memungkinkan perbaikan yang cepat jika terjadi kerusakan. Dampaknya, kerusakan pada jalan dapat diminimalisir dan biaya perbaikan dapat lebih efisien. Selain itu, perbaikan yang cepat juga dapat mengurangi gangguan pada lalu lintas.

4. Adaptabilitas

Pembangunan jalan makadam dapat dilakukan di berbagai kondisi geografis dan lingkungan, bahkan di daerah yang sulit dijangkau. Dengan demikian, jalan makadam dapat meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas di daerah terpencil atau pedesaan.

Kekurangan Jalan Makadam:

1. Kekasaran Permukaan

Permukaan jalan makadam tidak sehalus jalan aspal atau beton, sehingga dapat menurunkan kenyamanan berkendara dan meningkatkan getaran pada kendaraan.

2. Pemeliharaan yang Lebih Sering

Perawatan rutin sangat penting untuk menjaga kualitas jalan makadam. Lapisan permukaan yang terbuat dari kerikil dapat mengalami abrasi dan pergeseran karena kendaraan yang melintas, sehingga perlu dijaga secara berkala.

3. Keterbatasan Kapasitas Lalu Lintas

Jalan makadam lebih tepat untuk kendaraan dengan bobot ringan hingga menengah. Kapasitasnya terbatas jika dibandingkan dengan jalan aspal atau beton, sehingga tidak direkomendasikan untuk digunakan pada jalan yang sangat ramai.

4. Tidak Cocok untuk Kecepatan Tinggi

Mengemudi dengan kecepatan tinggi di atas jalan makadam tidak disarankan. Hal ini disebabkan oleh permukaannya yang tidak rata dan kasar, yang dapat membuat kendaraan menjadi tidak stabil dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Sebelum memutuskan apakah jalan makadam akan digunakan dalam proyek konstruksi, perlu dilakukan analisis menyeluruh terkait kondisi dan kebutuhan proyek, serta lalu lintas yang akan melintas di jalan tersebut. Analisis ini akan membantu menentukan apakah jalan makadam cocok untuk digunakan dalam proyek tersebut atau tidak. Oleh karena itu, faktor-faktor ini harus dipertimbangkan dengan cermat sebelum memutuskan untuk memilih jalan makadam.

Perencanaan Pengimplementasian Jalan Makadam 

1. Pemetaan dan Survei

1. Pemetaan area yang akan dibangun jalan makadam

Sebelum membangun jalan makadam, langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan pemetaan area yang akan dibangun jalan. Pemetaan ini mencakup penentuan rute jalan, termasuk lokasi awal dan akhir, serta titik-titik penting yang perlu diperhatikan di sepanjang rute.

2. Survei kondisi tanah dan topografi

Untuk mengetahui karakteristik dan kemampuan dukungan tanah di area yang akan dibangun jalan makadam, survei kondisi tanah dan topografi sangatlah penting. Survei ini melibatkan pengukuran elevasi, pergeseran tanah, kepadatan tanah, dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi stabilitas dan konstruksi jalan.

3. Identifikasi faktor lingkungan yang perlu diperhatikan

Dalam perencanaan jalan makadam, faktor lingkungan juga harus diperhatikan selain kondisi tanah. Salah satunya adalah mengidentifikasi keberadaan vegetasi, sumber air, hewan liar, dan aspek lingkungan lainnya yang dapat terpengaruh oleh pembangunan jalan. Tujuannya adalah untuk mengurangi dampak negatif dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Untuk memastikan akurasi dan kekompleksan data, disarankan untuk berkolaborasi dengan tim ahli seperti insinyur sipil, ahli geoteknik, dan ahli lingkungan dalam melakukan pemetaan dan survei. Hasil dari pemetaan dan survei tersebut akan menjadi dasar penting dalam tahap perencanaan dan implementasi jalan makadam.

2. Identifikasi Kebutuhan dan Persyaratan

1. Menentukan tujuan dan fungsi jalan makadam

Langkah pertama adalah menentukan tujuan dan fungsi jalan makadam. Apakah jalan tersebut akan digunakan sebagai akses ke lokasi wisata, akses pertanian, atau mungkin sebagai akses sementara. Menentukan tujuan ini akan membantu dalam perencanaan dan pengaturan prioritas dalam implementasi jalan makadam.

2. Analisis lalu lintas dan beban yang akan dilalui jalan

Penting untuk menganalisis tingkat lalu lintas yang akan dilalui oleh jalan makadam. Apakah itu hanya kendaraan ringan atau mungkin kendaraan berat seperti truk atau alat berat. Selain itu, beban yang akan ditanggung oleh jalan juga harus diperhitungkan, termasuk beban statis dan dinamis yang mungkin terjadi.

3. Memperhitungkan kebutuhan aksesibilitas dan keamanan

Dalam perencanaan jalan makadam, perlu dipertimbangkan kebutuhan aksesibilitas untuk pengguna jalan, termasuk pejalan kaki dan pengendara sepeda. Selain itu, keamanan juga harus diperhatikan, seperti perencanaan tikungan yang aman, pengaturan drainase yang baik, dan tanda peringatan yang memadai.

4. Persyaratan teknis dan regulasi yang berlaku

Dalam perencanaan jalan makadam, perlu memperhatikan persyaratan teknis dan regulasi yang berlaku, baik itu persyaratan konstruksi jalan, persyaratan material, persyaratan drainase, atau persyaratan lingkungan. Pastikan untuk memahami dan mematuhi peraturan dan standar yang berlaku dalam implementasi jalan makadam.

Menentukan kebutuhan dan persyaratan yang tepat sangat penting dalam merencanakan pembangunan jalan makadam agar sesuai dengan tujuan yang diinginkan dan memenuhi aturan yang berlaku. Dengan melakukan hal ini, jalan makadam dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi persyaratan yang relevan.

3. Desain Geometrik Jalan

1. Penentuan lebar jalan, radius tikungan, dan kemiringan lintasan

Dalam perencanaan geometrik jalan, ada beberapa faktor penting yang harus dipertimbangkan. Salah satunya adalah menentukan lebar jalan yang memadai untuk menampung jumlah lalu lintas yang diharapkan. Selain itu, perlu juga menentukan radius tikungan yang sesuai agar kendaraan dapat melewati tikungan dengan aman dan lancar. Selain itu, kemiringan lintasan juga harus diperhatikan untuk memastikan drainase yang baik dan menghindari terjadinya genangan air di jalan. Semua faktor ini harus dipertimbangkan secara cermat untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

2. Perencanaan perkerasan dan bahu jalan

Dalam desain geometrik jalan, penting untuk memperhitungkan jenis dan ketebalan perkerasan yang sesuai dengan lalu lintas dan beban yang diharapkan. Selain itu, perencanaan bahu jalan yang memadai juga harus diperhatikan untuk memberikan ruang tambahan bagi pengendara dan pejalan kaki, serta untuk memastikan aliran air yang lancar di sepanjang jalan. Hal ini sangat penting untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

3. Penentuan drainase jalan yang efektif

Dalam perencanaan geometrik jalan, penting untuk memperhatikan sistem drainase yang efektif. Hal ini meliputi pemilihan jenis saluran drainase yang sesuai, seperti saluran pembuangan atau selokan, untuk mengalirkan air dari permukaan jalan. Perencanaan yang matang juga harus dilakukan untuk memastikan bahwa saluran drainase tersebut terhubung dengan baik dan mampu menangani volume air yang diharapkan.

Untuk menciptakan lingkungan jalan yang aman, lancar, dan nyaman bagi pengguna jalan, desain geometrik jalan harus memperhatikan faktor-faktor seperti lalu lintas, keamanan, drainase, dan kenyamanan. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek ini dengan hati-hati, desain geometrik jalan yang baik dapat dihasilkan.

4. Perencanaan Perkerasan

1. Pemilihan bahan perkerasan yang sesuai

Dalam merencanakan perkerasan jalan, memilih bahan perkerasan yang sesuai dengan kondisi lingkungan, tingkat lalu lintas yang diharapkan, dan anggaran proyek adalah hal yang krusial. Beberapa bahan perkerasan yang sering digunakan meliputi aspal, beton, agregat, serta bahan stabilisasi lainnya. Pemilihan bahan yang tepat akan menjamin kekuatan, daya tahan, dan performa perkerasan yang optimal.

2. Perhitungan ketebalan dan struktur perkerasan

Dalam perencanaan perkerasan, terdapat perhitungan ketebalan perkerasan yang harus dilakukan untuk menahan beban lalu lintas yang diharapkan. Perhitungan ini melibatkan analisis lalu lintas, klasifikasi jalan, dan karakteristik bahan perkerasan. Ada beberapa metode perhitungan yang dapat digunakan, seperti metode AASHTO atau metode empiris lainnya. Tujuan dari perhitungan ini adalah untuk memastikan bahwa perkerasan memiliki kekuatan dan stabilitas yang memadai untuk menahan beban lalu lintas yang diantisipasi.

3. Konsiderasi terkait perubahan suhu dan beban lalu lintas

Dalam perencanaan perkerasan, perubahan suhu dan beban lalu lintas menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan. Perubahan suhu dapat menyebabkan perkerasan mengalami perubahan dimensi yang berpotensi menimbulkan kerusakan atau retak. Oleh karena itu, perencanaan harus memperhitungkan perubahan suhu ekstrem dan mempertimbangkan penggunaan perkerasan fleksibel atau perkerasan yang mampu menahan perubahan dimensi. Selain itu, perlu dipertimbangkan beban lalu lintas yang diperkirakan agar perkerasan memiliki kapasitas struktural yang memadai untuk menahan beban tersebut.

Dalam merencanakan perkerasan jalan yang baik, diperlukan pemilihan bahan yang tepat, perhitungan ketebalan dan struktur perkerasan yang akurat, serta mempertimbangkan perubahan suhu dan beban lalu lintas. Hal ini sangat penting untuk menciptakan perkerasan jalan yang dapat bertahan lama, kuat, dan mampu menampung kondisi lalu lintas yang diharapkan.

5. Penyusunan Jadwal dan Anggaran

1. Penentuan urutan pekerjaan dan tahapan konstruksi

Dalam tahap ini, perlu dilakukan penjadwalan dan perencanaan urutan pekerjaan yang optimal untuk membangun jalan makadam. Proses ini melibatkan beberapa tahapan seperti persiapan area, penggalian, pemadatan tanah, pemasangan lapis pondasi, pengecoran lapis permukaan, dan tahapan terkait lainnya. Dengan menentukan urutan pekerjaan yang baik, maka akan memastikan kelancaran dan efisiensi dalam pelaksanaan konstruksi.

2. Estimasi biaya dan sumber daya yang diperlukan

Pada tahap ini, perhitungan anggaran proyek dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti bahan, peralatan, tenaga kerja, dan jasa yang dibutuhkan untuk setiap tahap pembangunan. Anggaran yang diperkirakan mencakup pengadaan material, biaya sewa peralatan, gaji tenaga kerja, dan biaya operasional lainnya. Perhitungan anggaran yang akurat akan membantu memastikan perencanaan anggaran proyek yang efektif.

3. Penyusunan jadwal pelaksanaan proyek

Penjadwalan proyek merupakan rencana yang menunjukkan urutan waktu dan durasi setiap tahapan konstruksi. Dalam penyusunan jadwal, perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti ketersediaan sumber daya, kondisi cuaca, dan hubungan antara proyek konstruksi yang berbeda. Jadwal yang terstruktur dengan baik akan membantu mengatur dan mengkoordinasikan pekerjaan, serta memastikan penyelesaian proyek sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.

Dalam mengelola proyek pembangunan jalan makadam, penting untuk membuat jadwal dan anggaran yang terstruktur dengan baik. Hal ini mencakup menentukan urutan pekerjaan, memperkirakan biaya yang akurat, dan menyusun jadwal pelaksanaan proyek. Dengan melakukan hal ini, proyek dapat diatur dan dikendalikan dengan efisien, sehingga dapat mencapai target waktu dan anggaran yang telah ditetapkan.

6. Persiapan Konstruksi

1. Persiapan lahan dan penggalian trase jalan

Sebelum memulai konstruksi jalan makadam, langkah awal yang harus dilakukan adalah membersihkan dan mempersiapkan lahan yang akan digunakan. Area tersebut harus dibersihkan dari tumbuhan, tanah, dan benda lain yang menghambat pembangunan. Selain itu, perlu dilakukan penggalian jalur jalan untuk memastikan bahwa jalur sesuai dengan rencana desain yang telah dibuat.

2. Pemasangan lapisan pondasi dan pengerasan

Selesai sudah persiapan lahan, saatnya memasang lapisan pondasi agar jalan terlihat stabil. Bahan yang digunakan untuk lapisan pondasi bisa berupa batu pecah, kerikil, atau bahan lain yang sesuai dengan kondisi tanah. Setelah itu, dilakukan pengerasan dengan menggunakan alat berat seperti roller atau plate compactor untuk memadatkan lapisan tersebut agar lebih kokoh.

3. Persiapan bahan dan peralatan yang dibutuhkan

Sebelum memulai pembangunan jalan makadam, persiapan bahan dan peralatan harus dilakukan terlebih dahulu. Bahan yang diperlukan antara lain material perkerasan, bahan pengikat seperti air dan semen, serta bahan tambahan seperti stabilizer jika diperlukan. Selain itu, peralatan seperti alat penggali, alat pemadat, alat pengukur, dan peralatan relevan lainnya harus disiapkan sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Hal ini sangat penting untuk memastikan kelancaran proses konstruksi dan kualitas jalan yang dibangun.

Menyiapkan konstruksi dengan baik, seperti menyiapkan lahan dan menggali trase jalan, memasang lapisan pondasi dan pengerasan, serta mempersiapkan bahan dan peralatan yang diperlukan, dapat memastikan kelancaran dan efisiensi pembangunan jalan makadam. Hal ini akan membantu meningkatkan kualitas dan kesuksesan proyek konstruksi tersebut.

7. Pelaksanaan Konstruksi

1. Pembuatan sub-basah dan perkerasan atas

Setelah memasang lapisan pondasi, dilakukan pembuatan sub-basah sebagai lapisan di atasnya. Sub-basah terdiri dari material seperti kerikil atau batu pecah dengan ukuran tertentu. Setelah itu, perkerasan atas terpasang yang terdiri dari material batu pecah atau kerikil yang lebih halus. Proses ini melibatkan penyebaran material dengan ketebalan yang ditentukan dan pemadatan menggunakan alat pemadat seperti roller atau plate compactor.

2. Pemasangan bahu jalan dan marka jalan

Setelah penyelesaian perkerasan atas, dilakukan pembangunan bahu jalan yang berfungsi sebagai ruang ekstra di sisi jalan untuk pengguna jalan atau pejalan kaki. Bahan yang digunakan untuk bahu jalan umumnya sama dengan perkerasan atas. Selain itu, pemasangan marka jalan dilakukan untuk memberikan panduan dan tanda-tanda bagi pengguna jalan. Marka jalan dapat berupa cat jalan atau tanda-tanda lalu lintas lainnya yang sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku.

3. Pengelolaan sistem drainase

Ketika sedang melakukan konstruksi, perlu diperhatikan pengelolaan sistem drainase agar jalan makadam tetap stabil dan tidak tergenang air. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memasang saluran atau lubang drainase di tepi jalan untuk mengalirkan air hujan ke saluran pembuangan yang tepat. Jika diperlukan, penggunaan material drainase seperti kerikil atau batu pecah di bawah perkerasan juga dapat membantu dalam pengaliran air. Dengan demikian, sistem drainase yang baik sangat penting untuk dipertimbangkan selama pelaksanaan konstruksi.

Dalam melaksanakan pembangunan jalan makadam, perlu dilakukan dengan hati-hati dan mematuhi standar serta regulasi yang berlaku. Proses ini harus memastikan bahwa sub-basah dan perkerasan atas terpasang dengan baik, bahu jalan dan marka jalan dipasang dengan benar, serta sistem drainase berfungsi dengan baik. Dengan demikian, kualitas dan fungsionalitas jalan makadam yang dibangun dapat terjamin.

Cara Pemeliharaan dan Perbaikan Jalan Makadam

1. Perawatan Rutin Jalan Makadam: 

Perawatan rutin merupakan langkah penting dalam pemeliharaan jalan makadam. Beberapa kegiatan perawatan rutin yang dapat dilakukan meliputi:

  • Pembersihan jalan: Jalan makadam perlu secara rutin dibersihkan dari material seperti kerikil longsor, debu, daun, atau sampah lainnya yang dapat mengganggu fungsi dan keamanan jalan.
  • Pemadatan permukaan jalan: Permukaan jalan makadam perlu secara berkala dipadatkan menggunakan alat pemadat seperti roller atau plate compactor. Hal ini membantu menjaga kekompakan material jalan dan mengurangi deformasi yang mungkin terjadi akibat penggunaan jalan.
  • Perbaikan lubang atau rongga: Lubang atau rongga yang muncul pada jalan makadam perlu segera diperbaiki. Perbaikan ini dapat dilakukan dengan mengisi lubang atau rongga menggunakan material yang sesuai, seperti kerikil atau batu pecah, dan melakukan pemadatan.

2. Perbaikan Terhadap Kerusakan dan Deformasi: 

Selama masa pemakaian, jalan makadam dapat mengalami kerusakan atau deformasi seperti retak, lubang, atau pengikisan permukaan. Beberapa langkah perbaikan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Pemadatan ulang: Jika terjadi deformasi atau penurunan permukaan jalan, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah pemadatan ulang menggunakan alat pemadat. Hal ini membantu mengembalikan kekompakan material jalan dan memperbaiki permukaan yang tidak rata.
  • Perbaikan lokal: Jika terdapat lubang atau retakan, langkah perbaikan lokal dapat dilakukan dengan mengisi lubang atau retakan menggunakan material yang sesuai, seperti kerikil atau batu pecah. Setelah pengisian, dilakukan pemadatan untuk memastikan kepadatan material yang diisi.

3. Pengaturan Lalu Lintas dan Keamanan: 

Selama pemeliharaan atau perbaikan jalan makadam, penting untuk memperhatikan pengaturan lalu lintas dan keamanan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Penyusunan rambu-rambu pengaturan lalu lintas: Jika terdapat pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan yang mempengaruhi lalu lintas, perlu disusun rambu-rambu pengaturan lalu lintas yang jelas untuk memberi petunjuk kepada pengguna jalan.
  • Pengalihan lalu lintas: Jika diperlukan, pengalihan lalu lintas dapat dilakukan dengan mengarahkan kendaraan ke rute alternatif sementara proses pemeliharaan atau perbaikan berlangsung. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan pengguna jalan dan pekerja.
  • Penyediaan rambu keselamatan: Selama pemeliharaan atau perbaikan, perlu dipasang rambu-rambu keselamatan yang sesuai untuk memberi peringatan kepada pengguna jalan tentang adanya pekerjaan yang sedang berlangsung.

Mochammad Hasan Rifai

Hi! I'm Hasan. I am highly passionate about learning and working in Digital Marketing (SEO & Ads), Content & Copywriting Strategies, and Web Development (UI/UX & Front-End) fields. I am experienced as a leader in the organization to solve problems, developing good communication and relationships, building mapping, roadmaps, or targets for teams or organizations to achieve goals, and managing good teamwork in the organization environment. A curious, creative, & insightful person who is always open to learning new things, challenges, and existing skills.

See all author post

142 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.