Penjelasan Tentang Slump Test Dan Manfaatnya

Slump Test

Fase pengujian mutu beton bisa dilakukan pada dua fase, yaitu fase beton masih dalam keadaan basah, dan juga fase saat beton sudah mengering sempurna. Keduanya sama-sama dilakukan untuk menguji kualitas  beton apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau belum.

Pengukuran mutu beton dengan slump test harus dilakukan sesering mungkin untuk mengontrol jumlah air dalam campuran beton. Caranya ialah dengan mengambil sampel beton segar pada truk mixer. Kuantitas beton yang dijadikan sampel ialah sekitar 20 kg yang ditampung dalam ember atau alat tampung lain yang tidak menyerap air.

Pada pengujian dengan slump test, data yang dihasilkan akan berguna untuk memastikan bahwa campuran beton bisa memiliki perbandingan susunan campuran material yang sama.

Tujuannya ialah agar beton pada bidang konstruksi dapat konsisten secara mutu dan kualitas sesuai dengan perencanaan awal, pembuatan slump test ini dapat dilukukan dengan cara manual maupun menggunakan alat ukur elektrik.

Tinggalkan Balasan

X