0 comments
Klasifikasi Bahan Pengikat semen

Klasifikasi bahan pengikat semen atau portlan cemen disebut juga dengan bahan pengikat hydrolis. Semen Portlan sesuai dengan tujuannya dibagi menjadi 5 jenis/type, yaitu :

Type 1 : Untuk konstruksi pada umumnya, dimana tidak diminta persyaratan khusus seperti yang disyaratkan pada jenis jenis semen lainya.

Type 2 : Untuk konstruksi umum, terutama sekali bila disyaratkan agak tahan terhadap sulfat dan panas hidrasi yang sedang.

Type 3 : Untuk konstruksi – konstruksi yang menuntut persyaratan panas hidarasi yang rendah.

Type 4 : Untuk konstruksi – konstruksi yang menuntut persyaratan sangat tahan terhadap sulfat.

 

> Sifat-sifat dan Fungsi Bahan Pengikat

1. Semen Portland
– Dicampur dengan air mulai mengadakan pengikatan dalam rendaman air
– Pengerasan, setelah pengikatan terjadi pengerasan
– Konsistensi campuran air + semen (pasta semen) = derajat keplastisan
– Kehalusan, semakin halus semen, semakin besar kekuatan, semakin tinggi gaya ikatnya
2. Kapur Bangunan
– Memberikan sifat pengerasan hidrolik bila dicampur air untuk kapur hidrolis. Pada kapur udara mengerasnya kapur setelah bereaksi dengan karbon dioksida, bukan dengan air
– Memudahkan pengolahan pada adukan (mortar) semen
– Mengikat kapur bebas, yang timbul pada ikatan semen
3. Gips
– Gips bila dicampur dengan air akan cepat mengeras, tidak kuat terhadap iklim
– Gips tidak larut dalam asam garam
– Dalam pembakaran, dapur pembakaran harus betul-betul bersih dari benda-benda lainnya
4. Pozollan
– Bila dicampur dengan air akan mengeras dengan bahan tambahan kapur dalam rendaman air
– Dapat larut dalam asam garam

Penyediaan Bahan Bangunan

Klasifikasi bahan pengikat semen bangunan disediakan secukupnya agar tidak menghambat jalannya pembangunan dan tidak juga berlebihan karena membutuhkan tempat penyimpanan yang luas. Bahan yang terlalu lama disimpan akan mengalami kerusakan, terutama semen portland. Oleh karena itu dibutuhkan koordinasi dan kerja sama yang baik untuk meenyediakan bahan bangunan yang sesuai dengan kebutuhan.

Penyimpanan Bahan Bangunan

Untuk menjaga efisiensi waktu dan tenaga kerja, penyimpanan bahan bangunan di lapangan harus sedekat mungkin dengan tempat pekerjaan yang dilakukan, misalnya:

  • Semen portland harus disimpan dekat dengan tempat pengecoran atau beton molen.
  • Baja tulangan harus disimpan dekat dengan tempat pekerjaan baja.
  • Papan bekisting harus disimpan dekat dengan tempat pengerjaan kayu.


 

Cek juga informasi lainnya pada laman berikut:

https://www.instagram.com/proyekin

https://proyekin.com/blog/

 

Terima kasih telah mengunjungi website Proyekin. Semoga informasi diatas dapat membantu dan menjadi solusi pembangunan Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

X