0 comments
Tahap-tahap Pengecoran

Tahap-tahap Pengecoran

Pekerjaan pengecoran adalah pekerjaan penuangan beton segar ke dalam cetakan suatu elemen struktur yang telah dipasangi besi tulangan. Sebelum pekerjaan pengecoran dilakukan, harus dilakukan inspeksi pekerjaan untuk memastikan bekisting dan tulangan telah terpasang sesuai rencana.

Salah satu tahap pelaksanaan dalam pekerjaan pembetonan adalah pekerjaan pengecoran.

Dalam proyek yang menggunakan readymix, tahap-tahap pengecoran yang lengkap meliputi:

  • mixing : pencampuran dan pengadukan material penyusun beton di batching plant
  • loading : pemuatan adukan beton segar ke dalam truk mixer di batching plant
  • transporting : pengiriman beton segar dari batching plant ke lokasi proyek
  • checking : pemeriksaan beton segar yang terkirim di lokasi proyek, meliputi pengecekan waktu mixing dan loading, lama pengiriman (dari waktu kedatangan trux mixer), pengukuran slump, pemantauan visual dan rabaan, dsb
  • sampling : pengambilan contoh atau sample benda uji
  • pouring/concreting : pelaksanaan penuangan beton segar ke dalam cetakan/acuan, umumnya pekerjaan ini yang disebut pengecoran oleh tenaga kerja di proyek
  • compacting : pemadatan adukan beton segar, dengan alat bantu concrete vibrator atau batang besi dan palu karet, dsb
  • finishing : tahapan perapihan dan aplikasi finishing permukaan dengan material khusus jika direncanakan demikian
  • curing : tahapan pemeliharaan beton yang telah selesai perapihannya, untuk memastikan proses hidrasi dan lanjutannya berjalan se-optimal mungkin dan menghasilkan beton berkekuatan sesuai dengan rencana dan meminimalkan cacat hasil pekerjaan pengecoran

Pekerjaan pengecoran biasanya dilakukan pada malam hari untuk menghindari kemacetan saat pengangkutan beton ready mix dari batching plant ke lokasi proyek. Untuk memastikan kualitas beton ready mix, maka saat mixer truck datang dilakukan pengecekan nilai slump.

Nilai slump harus sesuai dengan nilai slump yang tertera pada spesifikasi teknis dengan toleransi yang diizinkan. Apabila nilai slump test lebih besar, maka dikhawatirkan akan terjadi segregasi. Namun apabila nilai slump test lebih kecil, maka beton terlalu kering sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan crack.

Bagian ini hanya membahas penerimaan dan pemantauan beton segar untuk metoda pengukuran slump, pengambilan benda uji, pengecoran dan pemadatan, curing, dsb akan  diuraikan di bagian lain.

 


 

Cek juga informasi lainnya pada laman berikut:

https://www.instagram.com/proyekin

https://proyekin.com/blog/

 

Terima kasih telah mengunjungi website Proyekin. Semoga informasi diatas dapat membantu dan menjadi solusi pembangunan Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

X